I Saw Ramallah (Akhirnya Kulihat Ramallah)

Sejarah Palestina
34 dilihat (0 review)
Tersedia:

I Saw Ramallah (Akhirnya Kulihat Ramallah)

Sejarah Palestina
34 dilihat (0 review)
Edisi, Volume, dsb.: -
Penerbit: Individu
Tahun Terbit:
Jumlah Halaman: halaman

Setelah tiga puluh tahun hidup dalam pengasingan, Mourid Barghouti akhirnya menyeberangi Jembatan Hussein untuk kembali ke tanah airnya. I Saw Ramallah (Akhirnya Kulihat Ramallah) adalah sebuah memoar yang mendalam dan puitis tentang kepulangan seorang penyair ke Palestina yang telah lama ia tinggalkan. Dengan narasi yang tenang namun menyayat hati, Barghouti menggambarkan momen emosional saat ia menginjakkan kaki kembali di Ramallah, sebuah tempat yang selama ini hanya hidup dalam ingatan dan kerinduannya yang panjang sejak Perang Enam Hari tahun 1967.

Namun, kepulangan ini bukanlah sebuah perayaan yang sederhana. Barghouti menemukan dirinya terjebak dalam dualitas yang menyakitkan: ia adalah penduduk asli yang merasa seperti orang asing di tanah kelahirannya sendiri. Melalui observasi yang tajam, ia merekam perubahan fisik dan sosial akibat pendudukan, sembari merenungkan makna kehilangan, identitas, dan apa artinya menjadi seorang pengungsi yang terus-menerus terusir. Ia tidak hanya menulis tentang politik, tetapi juga tentang aroma tanah, pohon zaitun, dan kenangan masa kecil yang berbenturan dengan realitas keras di bawah otoritas militer.

Buku ini merupakan refleksi universal tentang kerinduan akan rumah yang hilang. Ditulis dengan gaya bahasa yang indah dan liris, Barghouti berhasil menangkap esensi dari penderitaan manusia tanpa terjebak dalam retorika yang berlebihan. I Saw Ramallah adalah sebuah karya sastra yang kuat dan penting untuk memahami sisi manusiawi dari sebuah konflik abadi, serta pencarian tak berkesudahan akan tempat yang benar-benar bisa disebut sebagai "pulang".

#GeneratedByAI

Kata Kunci: -